“Ombilin” Tidak hanya ada di Sumatera Barat, Tetapi jg di LINUX

Catatan Rilis BlankOn 6.0 (Ombilin)

BlankOn 6.0 (Ombilin) merupakan versi terbaru distribusi BlankOn. Distribusi ini dikembangkan oleh Yasasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn. BlankOn merupakan distribusi khas Indonesia yang menyertakan beragam perangkat lunak yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya, seperti program perkantoran, aplikasi keuangan, aplikasi Internet, menggambar (baik vektor maupun bitmap), dukungan untuk memainkan beragam format berkas multimedia, serta aplikasi menarik lainnya.

Pengembangan BlankOn bukan semata-mata ingin membuat distribusi Linux baru, namun lebih dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kemampuan pengembangan perangkat lunak bebas/terbuka. Yang pada hakikatnya merupakan salah ciri khas bangsa Indonesia yang memiliki semangat bergotong-royong.

Tim pengembang BlankOn percaya bahwa bangsa Indonesia mampu dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Oleh karena itu kami aktif mengundang siapa pun yang berminat dan memiliki semangat yang sama untuk bergabung dalam pengembangan BlankOn.

Nama kode Ombilin diambil dari Nama daerah di Padang Sumatera Barat, tempat PLTU Ombilin, prasasti Ombilin, sungai Ombilin yang berhulu sungai di Danau Singkarak.

Blank On Linux… (Blankon ala Jogja)

Hayoo tebak.. apa an ituh linux blankon… Topi ?? hehehehe.. check this out…

BlankOn Linux merupakan salah satu distro Linux yang berisikan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan workstation. Dengan dipadukan oleh berbagai pernak-pernik khas Indonesia, distro ini sangat cocok digunakan untuk pengguna komputer di Indonesia.

Pertanyaan Umum

  1. T: Mengapa diberi nama BlankOn?
    J: Arti lain BlankOn adalah perubahan dari blank (kosong) menjadi on (menyala atau berisi). Filosofi BlankOn adalah harapan agar pengguna distro BlankOn berubah dari belum sadar (kosong) menjadi sadar (berisi); selain itu pengguna juga dapat memanfaatkan Linux untuk meningkatkan keahlian di bidang TI, serta meningkatkan martabat dan kemandirian bangsa Indonesia.
  2. T: Apakah BlankOn ada hubungannya dengan topi tradisional etnis Jawa “Belangkon” ?
    J: Ya dan tidak. Ya karena dirilis di Indonesia sedapat mungkin mengambil identitas Indonesia. Tidak karena BlankOn secara bahasa bukan berasal dari “Belangkon” (lihat pertanyaan no 1).
  3. T: Apa hubungan BlankOn dengan Ubuntu?
    J: BlankOn merupakan distribusi turunan Ubuntu yang kompatibel 100%. Aplikasi untuk Ubuntu dapat dijalankan di atas BlankOn dan juga sebaliknya aplikasi khas yang ada di BlankOn dapat diinstal di Ubuntu. BlankOn juga dapat diinstal di atas sistem Ubuntu yang sudah ada. Continue reading

Cara Installasi LINUX – Slackware

http://www.juraganlinux.net/images/slackware_logo.png

Kebutuhan Instalasi Slackware
Modal yang dibutuhkan agar instalasi berjalan mulus :

Hardware-Komputer
Hardware Minimum (Jalan di Mode teks. Untuk Router, Proxy, BASH/C programming)
Processor = Sekelas Pentium 1/2
Memory = 16 MB
Hardisk = 1 GByte
Hardware Standart (Jalan di mode teks maupun grafik)
Processor = Sekelas Pentium 3
Memory = 128 MByte
Hardisk = 10 GByte>
Hardware Optimal
Processor = Sekelas Pentium 4 atau yang lebih tinggi
Memory = 256 MByte atau lebih
Hardisk = 20 GByte atay lebih

Tentu spesifikasi di atas tidak kaku. Bisa lebih fleksibel. Tetapi jika Anda ingin
menjalankan Desktop Manager seperti KDE maka memory yang dibutuhkan optimal 256
MByte. Jika Anda ingin FULL INSTALL maka dibutuhkan space hardisk 5 GByte.
CD Instalasi
Untuk Slackware 10.2, ada 4 CD. 2 CD Installer program dan 2 CD Source Codenya.
Jika ingin full Instal, Anda perlu 2 CD pertama. Jika ingin instal Core, maka cukup CD
pertama saja.
Untuk Slackware 11 , ada 6 CD. 2 CD instaler lengkap, 1 CD ekstra/testing program, dan
3 CD source codenya. Anda perlu 3 CD pertama untuk instalasi lengkap + ekstra/testing
program. CD sorce diperlukan jika Anda ingin melakukan kompilasi ulang paket2
program yang ada.
Untuk Slackware 12 , ada 6 CD. 2 CD installer, 1 CD ekstra, dan 3 CD source. Saya
menganjurkan Anda (kalau bisa) menggunakan Slackware versi 12

Continue reading

Setting T-Flash di FEDORA 8

  1. configurasi file /etc/wvdial.conf (pastikan telkomsel flash tertancap di USB0, semisal di USB1, tinggal edit dibagian setting modem)
  2. [Dialer Defaults]
    ; Setting all Init here
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Init3 = AT+CGDCONT=1, “ip”, “flash”
    
    ; Setting modem here
    Modem Type = Analog Modem
    Stupid Mode = yes
    Modem = /dev/ttyUSB0
    Baud = 460800
    
    ; Setting Username + Password here (leave blank for Telkomsel Flash)
    Username = ”
    Password = ”
    
    ; Setting phone number to dialing
    Phone = *99***1#
    ISDN = 0
  3. Pastikan kabel LAN dalam kondisi tercabut, dan network dalam kondisi mati dengan perintah /etc/init.d/network stop
  4. Ketik wvdial di konsol terminal (harus dengan user root) Continue reading

Seting DNS Server

ffiiuh,,,,,,,,, akhirnya sukses juga seting DNS server di slackware gw, setelah 3 hari
ngoprek sambil ketok-ketok pintu mas google,

DNS merupakan singkatan dari Domain Name Service, fungsi utamanya adalah menerjemahkan alamat ip komputer dengan alamat yang lebih manusiawi atau bahasa daerahnya ?humanable?.Seperti yang kita ketahui, setiap komputer yang terhubung ke internet harus punya ip address sebagai alamatnya.Tentunya kita tidak mungkin ingin selalu mengetikkan alamat seperti 66.94.234.13
untuk membuka email di yahoo.com, dan mengingat milyaran website dengan ip addressnya. (jangan gila donk).. #!##$%

di bawah ini beberapa file yang saya ubah untuk setting DNS,

    /etc/resolv.conf
    /etc/named.conf
    /var/named/caching-example/localhost.zone
    /var/named/caching-example/named.local

Continue reading